iklan Q

Rabu, 02 Juni 2010

TIP Hamil buat pasangan muda

Salah satu resolusi di awal tahun baru ini adalah memiliki buah hati. Setelah cukup lama kami menantikan, mudah-mudah tahun ini kami bisa menimang buah hati.

Ada saja obrolan dari yang serius sampai yang seronok tentang bagaimana mencetak keberhasilan. Dibawah ini saya tulis beberapa tips yang konon super duper manjur. Saya sih  belum terbukti berhasil, tapi kami mencobanya … hehehe …

Katanya, posisi saat berhubungan memegang peranan penting tertanamnya benih di rahim. Katanya, waktu orgasme dan ejakulasi menentukan jenis kelamin.

Ini detailnya :

* Menghitung masa subur. Normalnya, siklus menstruasi adalah 28 hari. Lakukan hubungan sebelum masa ovulasi. Hal ini dilakukan karena sperma bisa tetap berada di dalam rahim dan saluran telur selama 2-3 hari sementara telur hanya bertahan 12-24 jam setelah dilepaskan. Berhubungan seks sebelum masa ovulasi ibarat sperma sebagai pengantin laki-laki yang menanti mempelai perempuan. Heheeh. Lakukan hubungan seks beberapa hari setelah menstruasi berakhir. Idealnya adalah hari ke-10, hari ke-12 dan hari ke-14. Hal ini dilakukan selain memberikan waktu untuk sperma terproduksi dengan baik, juga memberi waktu untuk pembuahan sebelumnya.

* Posisi. Konon, posisi laki-laki di atas adalah ideal terjadinya pembuahan karena posisi ini adalah yang paling memungkinkan mengantarkan sperma pada serviks. Tapi pada kondisi “tidak biasa”, seperti seorang teman saya yang posisi rahimnya menggantung *saya kurang mengerti dengan kondisi ini tapi saya sering mendengar* katanya posisi doggy style sangat membantu, sementara untuk posisi rahim normal, posisi ini paling tidak mendukung terjadinya pembuahan karena posisi rahim yang bertolak belakang dengan terjadinya peluncuran sperma.

* Banyak orang tua *entah nenek, bude, ibu* bilang gunakan bantal saat melakukan hubungan seks. Bukan, bukan berhubungan seks dengan bantal dijadiin sex-toy hehehe … ngertilah maksud saya ! Setelah melakukan hubungan seks, gunakan bantal untuk mengganjal pinggul. Hal ini membantu sperma mengalir dari terkumpul di rahim. Berbaring sekitar 15-30 menit sambil rileks juga sangat membantu. Ada seorang teman pria yang cerita, setelah melakukan hubungan seks, dia mengangkat kaki istrinya tinggi-tinggi. Kalau saya, tidak akan melakukan hal itu. Pertama, karena tentu tidak nyaman. Kedua, masa’ siy kita tega setelah suami mengalami kepuasan masih disuruh kerja keras ngangkat kaki? Please deh …

* Pagi, siang, sore, atau malam hari ??? Banyak yang bilang pagi hari kualitas sperma lebih bagus. Tapi pagi hari biasanya kita terganggu dengan “bau naga” … hehehe ngaku aja !!! Sewangi-wanginya nafas pagi hari lah !!! Idealnya, bangun dulu, cuci muka dan gosok gigi, baru bercinta. Tapi biasanya sudah malas duluan hehehe … Idealnya adalah malam hari, karena biasanya mood juga baik *atau saat mood tidak baik, kegiatan bercinta bisa membuat mood membaik!!!* dan setelah melakukan hubungan seks bisa langsung berbaring, tidur, dan hal ini membantu terjadinya pembuahan.

* SexbedLast but not least, ini yang masih jadi perdebatan. Tentang jenis kelamin. Katanya, kalau mau dapat cowok, si suami harus banyak konsumsi daging. Kalau cewek, konsumsinya sayur-sayuran. Kualitas konsumsi mempengaruhi sperma dalam menentukan jenis kelamin. Dokter saya juga bilang, katanya kalau mau dapat jenis kelamin cowok, saat orgasme harus duluan si istri, baru setelah itu suami ejakulasi. Katanya lagi, posisi miring kanan dan kiri ikut juga menentukan jenis kelamin. Kalau saya siy, mau cowok atau cewek, yang penting lahir sehat. Kalau boleh milih siy cowok, bukan apa-apa, mengingat pilihan dalam pembuahan tadi si istri duluan yang dapat orgasme sepertinya mengasyikkan … hahahaa … just kidding !!!

So guys, for you who really wanna have a baby, please try this at home not at the office yak !!!

Sabtu, 29 Mei 2010

Sukun bagi Pembuluh Darah

Setelah agak lama gak ngurusi Blog ini…baru kali ini ada kesempatan karena sedang menempuh ujian. Ah.. kangen dan rindu akan menulis membuat agak kaku memakai keyboard. Dan untuk melengkapi tulisan tentang manfaat tumbuhan yang banyak di Indonesia yaitu SUKUN, maka beberapa sumber yang sangat paten di ambil intinya beserta pendapat secara tradisional yang ada di masyarakat. 

Sukun sudah lama dikenal di tengah masyarakat Indonesia. Buahnya biasa digoreng dibuat keripik, atau direbus sebagai makanan kecil. Namun, ternyata tanaman yang tumbuh di sekitar kita tersebut mempunyai khasiat ampuh bagi kesehatan, terutama bagi jantung dan pembuluh darah.

Penyakit jantung dan pembuluh darah kian menjadi permasalahan besar seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat. Pola diet tinggi lemak hewani kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan buruk merokok menjadi beberapa faktor risiko pemicu gangguan jantung dan pembuluh darah.

Melihat kecenderungan tersebut, para peneliti LIPI menapis 42 tanaman yang dianggap berpengaruh terhadap sistem kardiovaskular. Pilihan meneliti lebih dalam jauh kepada sukun.

Seluruh bagian tanaman sukun mengandung senyawa flavonoid. Sejumlah turunan flavon telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi dari bagian akar dan ranting tumbuhan tersebut sebelumnya. ”Tanaman itu mempunyai flavonoid yang khas,” . Sukun (Artocarpus altilis) termasuk dalam famili Moraceae alias keluarga Mulberry atau lebih sering dikenal sebagai bread fruit.

Tanaman tersebut tumbuh pada daerah tropis, seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Diungkapkan, masyarakat Indonesia secara tradisional menggunakan daun sukun untuk pengobatan penyakit hati, inflamasi, jantung, ginjal, sakit gigi, dan gatal-gatal.

Masyarakat Taiwan secara tradisional menggunakan akar dan batangnya bagi pengobatan penyakit hati dan hipertensi. ”Masyarakat menggunakan sukun untuk pengobatan dengan merebus daunnya, tetapi masih kurang diketahui kandungan khusus yang bermanfaat besar, bagaimana cara penggunaannya, dan dosisnya,”

Berangkat dari pengalaman empiris masyarakat tersebut, diteliti lebih dalam mengenai potensi daun sukun. Melalui penelitian panjang, tanaman sukun berhasil dibuktikan khasiatnya. Dalam penelitian itu, daun sukun dibuat menjadi ekstrak. Komponen hasil ekstraksi dengan etanol, yakni tiga senyawa flavonoid dan Beta-sitoserol tersebut yang kemudian diteliti khasiatnya.

Studi khasiat terhadap daun sukun meliputi agregasi platelet (penggumpalan trombosit), viskositas darah (kekentalan darah) dan iskemia akut (kurangnya aliran darah pada jantung).

Studi itu juga mencakup atherosclerosis (penebalan dinding pembuluh darah akibat penumpukan lemak) yang mencakup akumulasi lipid (lemak) pada aorta, dan kolesterol darah.

Uji khasiat secara in vitro (dalam lingkungan buatan) maupun in vivo (dalam tubuh hidup) terhadap ekstrak tanaman tersebut menunjukkan hasil sangat baik.

Studi in vivo, misalnya, menyimpulkan bahwa ekstrak etil asetat yang mengandung flavonoid dan Beta-sitoserol dengan perbandingan 100 mg/kg dan 20 mg/kg dapat menghambat agresi platelet, mengurangi viskositas darah, dan melindungi melindungi jantung dari iskemia yang akut.

Selanjutnya, uji khasiat ekstrak etil asetat terhadap kadar kolesterol darah dan akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah aorta pada tikus galur Wistar menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat dosis 150 mg/ kg berat badan mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah secara signifikan.Sukun juga mampu menghambat akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah aorta. ”Tidak terjadi penimbunan lemak,”

Daya racun

Diuji pula daya racun dari ekstrak daun sukun tersebut. Kabar baiknya, uji toksisitas subkronis yang dilakukan selama 90 hari pada tikus putih galur Sprague Dawley menyimpulkan bahwa pemberian ekstrak etil asetat daun sukun dengan dosis bervariasi, yakni dosis uji 83,33 mg/kg berat badan per hari, 166,65 mg/kg berat badan per hari, dan 333,35 mg/kg berat badan per hari tidak memengaruhi fungsi jantung, ginjal, hati ataupun profil darah.

Uji toksisitas akut pada mencit ICR jantan dan betina menggunakan dosis tinggi total flavonoid 4,5 g/kg berat badan dan Beta-sitoserol 2,5 g/kg berat badan tidak menunjukkan penurunan berat badan, bahkan berat badan cenderung naik. Observasi terhadap perilaku hewan uji selama eksperimen seperti bagaimana hewan uji berjalan, makan, minum serta dan kecerahan mata dan bulu juga tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan. Dapat disimpulkan bahwa pemberian dosis tinggi total flavonoid dan Beta-sitoserol pada mencit ICR tidak menunjukkan efek toksik ada hewan uji. Ekstrak flavonoid dan Beta-sitoserol dari daun sukun itu sendiri kini telah dipatenkan.

Senin, 24 Mei 2010

Daun Sukun Pelindung Jantung

Sukun, yang dalam bahasa Inggris disebut bread fruit, buahnya lebih banyak dikenal sebagai penganan yang digoreng atau dijadikan tepung sukun yang bisa dioleh menjadi mi atau roti. Padahal, tanaman sukun (Artocarpus altilis) sangat potensial untuk dikembangkan menjadi obat pencegah penyakit jantung.

Secara tradisional, daun sukun telah dipakai untuk mengobati penyakit hati, inflamasi, jantung, dan ginjal. Sementara itu, di Taiwan, akar dan batang tanaman sukun dimanfaatkan untuk menyembuhkan sirosis (kanker hati).

Upaya penelitian dan pengembangan sukun sebagai obat telah dilakukan oleh Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sebelumnya, sukun lebih banyak diteliti untuk penyakit diabetes. Baru pada tahun 2004 sukun mulai dilirik untuk penyakit kardiovaskular.

Uji khasiat terhadap ekstrak daun sukun menunjukkan efek penurunan kadar kolesterol darah dan akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah aorta pada mencit di laboratorium. Studi in vitro juga menyimpulkan, ekstrak daun sukun efektif melindungi jantung dari serangan iskemik akut.
Uji toksisitas menunjukkan tidak ditemukannya efek samping toksik pada hewan uji, tidak memengaruhi fungsi jantung, ginjal dan hati, maupun profil hematologi. Tinggal melakukan uji klinis untuk pengembangan obat baru. Bila ini berhasil, diharapkan akan dihasilkan obat pencegah penyakit kardiovaskular yang lebih murah dan terjangkau masyarakat.
Herbal ternyata banyak ada di Negara kita, tinggal kita bagaimana mengolah dan menemukannya. Hal yang ada dalam kesehariannya kita dapat di teliti dan di jadikan sebagai bahan alternative pengobatan secara alami daripada dengan bahan kimia..

Jumat, 21 Mei 2010

Pemarah Rentan Sakit Jantung

Lanjutan atas Posting yang terdahulu....tentang penyakit jantung yang saat sekarang tidak memandang usia. Dalam hal ini di ambil dari beberapa sumber kaitan Penyakit jantung dengan kadar emosi. Ternyata benar apa yang Nenek bilang, sering marah tak baik untuk kesehatan. Penelitian ilmiah membuktikan, orang dengan temperamen tinggi lebih berpeluang menderita penyakit jantung.

Orang dengan sifat pemarah yang dimaksud adalah mereka yang emosinya gampang tersulut, sering meledak-ledak, dan suka mengintimidasi orang lain. Marah dalam kadar sedang bukanlah masalah, namun bila emosi selalu tinggi, berhati-hatilah.

Mengekspresikan rasa marah adalah sesuatu yang baik, namun orang yang tak bisa mengontrol emosinya, misalnya berteriak bahkan sampai memukul meja saat hatinya gusar, memiliki risiko terkena penyakit jantung lebih besar.

Saat kita marah, dampak psikologi akan langsung dirasakan jantung dan arteri. Emosi negatif seperti rasa marah dan benci akan mengaktifkan respon "melawan atau lari" sehingga hormon stres, termasuk adrenalin dan kortisol, akan membuat jantung berdetak lebih keras. Demikian juga halnya dengan napas yang menjadi cepat dan tekanan darah meningkat sebagai akibat pembuluh darah yang mengerut.

"Kadar adrenalin dan kortisol dalam kadar yang tinggi akan memberi efek racun bagi jantung. Selain itu terlalu sering marah akan mempercepat proses ateroklerosis atau penimbunan lemak di pembuluh darah, menurut sebuah penelitian tentang kesehatan jantung.

Dijelaskan, hal itu terjadi karena otak memompa terlalu cepat, pembuluh darah mengerut, dan tekanan darah naik. Selain itu, saat emosi sedang meledak-ledak, kadar glukosa dalam darah ikut naik dan lebih banyak titik lemak di pembuluh darah. Para ahli meyakini hal itu akan merusak dinding arteri.

Selain marah, faktor lain yang mempercepat kerusakan jantung adalah kecemasan dan depresi. Orang yang sering marah cenderung memiliki emosi negatif yang kronik, semisal rasa cemas dan depresi. Maka kontrol emosi akan membuat sehat jantung kita...Darah muda darah para remaja...yang terkadang merasa gagah namun tidak akan melihat sebuah resiko bagi mereka.

Kamis, 20 Mei 2010

Gembiralah!...Maka akan jauh dari Penyakit Jantung

Hati yang bahagia dan selalu positif akan membantu Anda terhindar dari penyakit jantung. Demikian menurut para peneliti yang dimuat dalam European Heart Journal.

Dalam pengawasan kesehatan yang dilakukan terhadap 1.700 orang selama 10 tahun, para ahli menemukan bahwa orang yang depresi dan sering merasa cemas lebih tinggi risikonya terkena penyakit jantung.

Pada awal penelitian, para responden diminta menaksir kadar emosional mereka, mulai dari rasa dendam, kecemasan, hingga kegembiraan dan antusiasme. Mereka diminta memberi penilaian pada tiap level emosi, baik yang negatif maupun positif.

Pada akhir penelitian, sebanyak 145 responden menderita penyakit jantung. Akan tetapi, responden yang masuk dalam kategori bahagia saat awal penelitian memiliki risiko menderita penyakit jantung 22 persen lebih rendah.

Para ahli meyakini bahwa orang yang bahagia mungkin memiliki pola tidur yang lebih baik, jarang stres, dan lebih mudah beralih dari situasi yang membuatnya tertekan. Semua faktor tersebut diyakini akan meningkatkan kekebalan tubuh.

Disarankan agar kita setiap hari memiliki "me time" untuk meningkatkan mood. "Jika Anda merasa senang saat membaca novel, luangkan waktu 15 menit setiap hari untuk melakukannya. Demikian juga dengan aktivitas lain yang membuat hati gembira,". Dan jika anda melakukan posting dengan hati senang pastinya image atau bayangan materi posting akan terbesit dalam pikiran kita....ayo gembiralah !!!!!!

Selasa, 18 Mei 2010

7 Cara Mengalahkan Penyakit Jantung


Ternyata hasil penelitian terbaru  mengatakan bahwa Pembunuh yang mengancam generasi kita saat adalah ”Penyakit jantung” sesuatu yang tidak boleh kita abaikan karena saat ini penyakit ini masih jadi pembunuh nomor satu di Indonesia. Kedengarannya memang mengerikan. Akan tetapi, Anda tidak boleh menyerah dan hidup dalam kecemasan. Karena penyakit ini tidak memandang pada Usia di mana di sebakan bebrgai pola hidup yang kita jalani…waspadalah dengan berbagai keluhan sampingan yang merupakan rentetan darai awal penyakit ini

Sejatinya, banyak yang dapat kita perbuat agar penyakit jantung jangan sampai menghampiri Anda. Penyakit jantung tidak terjadi dalam semalam. Kebanyakan penyakit yang terjadi akibat penyempitan pembuluh darah ini terbentuk selama puluhan tahun. Penyebab utamanya adalah gaya hidup kita. Riset menunjukkan, orang berusia 50 tahun bisa bebas dari stroke dan serangan jantung hingga 40 tahun kemudian bila menghindari rokok, menjaga kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah.
Tujuh faktor yang bisa membantu Anda mengalahkan penyakit jantung dan terus hidup lebih lama. Apa sajakah itu?

1. Tidak pernah merokok atau sudah berhenti merokok lebih dari setahun.

2. Indeks massa tubuh (IMT) kurang dari 25. IMT dihitung dengan berat badan (dalam kg) dibagi tinggi badan (dalam m). Jadi, seseorang yang berat badannya 62 kg dan tinggi 170 cm, IMT-nya 62/1,70 x 1,70 = 21,4. IMT di atas 25 bisa dikategorikan obesitas.

3. Berolahraga sedikitnya 150 menit setiap minggu atau 75 menit untuk jenis olahraga yang lebih berat.

4. Mengonsumsi minimal empat jenis makanan sehat yang direkomendasikan (ikan, sayur, buah, cukup air, mengurangi garam, dan sebagainya). Konsumsi pula sayur dan buah yang kaya antioksidan.

5. Total kolesterol tidak lebih dari 200.

6. Menjaga tekanan darah yang normal (120/80).

7. Kadar glukosa puasa kurang dari 100.
Istirahatkan tubuh kita minimal 15 menit setiap pekerjaan atau aktifitas kita yang memakan waktu agak panjang...hal ini biasanya di alami oleh para blogger yang mencari inspirasi posting lebih dari 3 jam kadang lupa untuk mengambil istirhat di sela-sela kerjanya.....Hiduplah sehat sobat semua !!!!!

SAKIT PUNGGUNG ......CARA MEMPERBAIKINYA

Sering merasa nyeri pada bagian pinggang, punggung, atau leher? Coba perhatikan posisi duduk Anda, bisa jadi penyebab rasa nyeri ada di sana. Jika memang sering kali menulis atau sedang posting dengan sekiab blog atau web tiba-tiba merasakan pinggang atau punggung terasa sakit...harap untuk berhati-hati...

Postur tubuh yang salah akan sering memberikan gangguan pada kesehatan wanita ketimbang pria. Dan sayangnya, kita kerap lupa menjaga postur tubuh kita, terutama ketika duduk. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki postur duduk Anda.

Ketika diharuskan duduk sepanjang hari di kantor atau Posting Banyak
Bagi para pekerja kantoran, atau para Blogger duduk di depan komputer selama 8 jam setiap hari adalah hal yang biasa. Tetapi akan menjadi masalah ketika kita mulai lupa dengan posisi duduk kita yang benar, seperti terlalu merosot ke bawah, terlalu maju ke depan, lupa berdiri atau lupa meluruskan kaki, sehingga pada akhirnya membuat punggung dan pinggang kita menjadi nyeri.

Perbaiki dengan:
1. Sandarkan bahu dan punggung atas kita pada kursi dengan cara memutar bahu ke belakang dan turunkan. Lalu, tarik otot perut agak ke dalam, angkat ke atas dan atur sandaran kursi agar tidak condong ke belakang.

2. Supaya lengan dan otot bahu tidak cepat lelah, aturlah sandaran tangan agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Ketika mengetik, pastikan posisi lengan atas membentuk sudut 90 derajat dengan lengan bawah.

3. Atur ketinggian kursi kita agar telapak kaki bisa menempel pada lantai dan membentuk sudut 90 derajat dengan paha. Supaya badan bagian atas tidak membungkuk, hindari melakukan penyilangan kaki ketika duduk. Kalau sudah menjadi kebiasaan, siasati dengan mengganti kaki sesering mungkin.

4. Letakkan layar komputer sejajar dengan pandangan mata kita. Bagi pengguna laptop, ganjal laptop kita dengan menggunakan beberapa buku. Lalu, gerakkan tubuh kita mengikuti gerakan mata.

5. Ambil waktu peregangan setiap 20-30 menit sekali. Hindari memilih bangku yang terlampau empuk, sebab kursi jenis ini akan membuat kita tubuh kita secara tidak sadar akan membungkuk.

Ketika diharuskan duduk lama di mobil karena macet
Semua sepakat menyetir mobil dalam kemacetan dapat membuat mata, tubuh, dan pikiran kita menjadi lelah. Maka jangan heran jika nantinya punggung dan leher kita sering terasa nyeri setelah melakukan perjalanan selama berjam-jam akibat posisi duduk yang tidak benar.

Perbaiki dengan:
1. Atur kemiringan jok pada sudut 20-25 derajat. Biasanya pengemudi wanita cenderung mengambil posisi duduk yang terlalu dekat dengan kemudi dan hal ini sangat berbahaya ketika terjadi kecelakaan. Agar tetap aman, pegang setir mobil dengan letakkan tangan kanan pada posisi pukul 3 dan tangan kiri pada posisi pukul 9, kemudian tekuk sedikit. Posisi ini mampu membuat punggung kita lurus dengan sendirinya.

2. Letakkan bantalan kecil berukuran 30 cm x 30 cm di punggung bagian bawah untuk membuat tulang punggung dan posisi duduk kita menjadi nyaman dan sehat. Dengan memiliki postur duduk yang nyaman, kita sudah mengurangi satu faktor pemicu stres.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More